NAMA:
DOLI ISMIRAN
NIM : 610 5111 006
PERKEMBANGAN
EMOSIONAL PADA LANJUT USIA
Memasuki
masa tua, sebagian besar lanjut usia kurang siap menghadapi dan menyikapi masa
tua tersebut, sehingga menyebabkan para lanjut usia kurang dapat menyesuaikan
diri dan memecahkan masalah yang dihadapi. Munculnya rasa tersisih, tidak
dibutuhkan lagi, ketidak ikhlasan menerima kenyataan baru seperti penyakit yang
tidak kunjung sembuh, kematian pasangan, merupakan sebagian kecil dari
keseluruhan perasaan yang tidak enak yang harus dihadapi lanjut usia.
Penyesuaian
diri lanjut usia pada kondisi psikologisnya berkaitan dengan dimensi
emosionalnya dapat dikatakan bahwa lanjut usia dengan keterampilan emosi yang
berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan bahagia dan berhasil dalam
kehidupan, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produktivitas mereka.
Orang yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosinya akan
mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan mereka untuk berkonsentrasi
ataupun untuk memiliki pikiran yang jernih.
Ditinjau dari aspek yang lain
respon-respon emosional mereka lebih spesifik, kurang bervariasi, dan kurang
mengena pada suatu peristiwa daripada orang-orang muda. Bukan hal yang aneh
apabila orang-orang yang berusia lanjut memperlihatkan tanda-tanda kemunduran dalam
berperilaku emosional; seperti sifat-sifat yang negatif, mudah marah, serta
sifat-sifat buruk yang biasa terdapat pada anak-anak, Akibatnya mereka sering
merasa bahwa usaha yang dilakukan itu akan sia-sia. Semakin orang berusia
lanjut menutup diri, semakin pasif pula perilaku emosional mereka.