Thursday, October 23, 2014
Friday, October 17, 2014
ALIRAN ALIRAN DALAM PSIKOLOGI
ALIRAN-ALIRAN DALAM PSIKOLOGI
1. STRUKTURALISME
Strukturalisme merupakan aliran yang pertama dalam psikologi karena dikemukakan oleh Wilhelm Wundt setelah ia melakukan eksperimennya di laboratotium. Wundt dan pengikut-pengikutnya berpendapat bahwa pengalaman mental yang kompleks sebenarnya adalah halnya pesenyawaan kimiawi yang tersusun dari unsur-unsur kimiawi. Mereka bekerja atas premisnya-premis menyelidiki struktur kesadaran dan mengembangkan hukum-hukum pembentukkannya.
Pada pertengahan abad ke-19, yaitu pada awal berdirinya psikologi sebagai satu disiplin limu yang mandiri, psikologi didominasi oleh gagasan serta usaha mempelajari elemen-elemen dasar dari kehidupan mental orang dewasa normal, melalui penelitian laboratorium dengan menggunakan metode intropeksi. Pada masa itu, tercatat aliran psikologi yang disebut psikologi strukturalisme. Tokoh psokologi strukturalisme ini adalah Wilhelm Wundt. Wundt dan pengikut-pengikutnya disebut strukturalis karena mereka berpendapat bahwa pengalaman mental yang kompleks itu sebenarnya adalah “struktur” yang terdiri atas keadaan-keadaan mental yang sederhana, seperti halnya persenyawan-persenyawan kimiawi yang tersusun dari unsur-unsur kimiawi. Ciri-ciri dari strukturalisme Wundt adalah penekanannya pada analisis atau proses kesadaran yang dipandang terdiri atas elemen-elemen dasar, serta usahanya menemukan hukum-hukum yang membawahi hubungan antar elemen kesadaran tersebut. Karena pandanganya elementalistik ini, psikologi strukturalisme disebut juga psikologi elementalisme. Selain dipandang terdiri atas elemen-elemen dasar, kesadaran, oleh Wundt dan para ahli psikologi lainnya pada masa itu, dipandang sebagai aspek yang utama dari kehidupan mental. Segala sesuatu atau proses yang terjadi dalam diri manusia, selalu bersumber pada kesasaran.
Metode yang dipakai dalam strukturalisme ialah metode instropektif. Metode introspeksi ialah orang yang menjalani percobaan diminta untuk menceritakan kembali pengalamannya atau perasaannya setelah ia melakukan suatu eksperimen. Sensasi seperti manis, pahit, dingin dapat diidentifikasi memakai introspeksi.
Menurut Jean Piaget, strukturalisme itu sulit dikenali karena mencakup bentuk-bentuk yang beragam sehingga sulit menampilkan sifat umum dan karena “struktur-struktur” yang dirujuk memperoleh arti yang cenderung berbeda-beda.Struktrur adalah sistem transformasi yang mengandung kaidah sebagai sistem dan yang melindungi diri atau memprkaya diri melalui peran tranformasi-t ranformasinya ,tanpa krluar dari batas-batasnya atau menyebabkan masuknya unsur-unsur luar. Piaget menyebutkan tiga sifat yang dimaksud dalam sebuah struktur , yakni: totalitas, transformasi, dan pengaturan diri. Sebuh struktur kata Piaget, harus dilihat sebagai sesuatu totalitas, meskipun terdiri atas sejumlah unsur, struktur unsur-unsur itu berkaitan satu sama lain dalam sebuah kesatuan. Dilihat secara hierarkis, sebuah struktur terdiri atas sejumlah sub struktur yang terikat oleh struktur yang lebih besar. Dengan demikian, pengertian struktur tidak terbatas pada konsep terstruktur, tetapi sekaligus juga mencakup pengertian prases menstruktur. Pengertian transformasi pada dasarnya sejalan dengan konsep tata bahasa generatif-transformasional Chomsky. Sifat yang dinamis ini berkaitan dengan kaidah otoregulasi yang ada pada sebuah strutur.
Tokoh strukturalisme lain adalah Edward Bradford Titcherner(1867-1927). Titcherener merupakan orang Inggris yang pertama yang mewakili pandangan-pandangan psikologi Jerman (Wundt) sebagai murid Wundt, ia menerjemahkan beberapa buku Wundt dalam bahasa inggris. Setelah belajar di Leipzig, Titchener ingin kembali ke Oxford, namun ditolak, karena psikologi di Inggris tidak sejalan dengan Wundt. Oleh karena itu,ia pergi ke Cornell University di Amerika Serikat, dan sebagai guru besar, ia mengembangkan strukturalisme di Amerika Serikat dari universitas tersebut.
- 2. FUNGSIONALISME
Fungsionalisme adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada proses mental dan menghargai manfaat psikologi serta mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Maksudnya, Fungsionalisme memandang bahwa masyarakat adalah sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan tak bisa dipahami secara terpisah.
Fungsionalisme adalah sebuah studi tentang operasi mental, mempelajari fungsi-fungsi kesadaran dalam menjembatani antara kebutuhan manusia dan lingkungannya. Fungsionalisme menekankan pada totalitas dalam hubungan pikiran and perilaku. Dengan demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan bentuk manifestasi dari pikiran dan perilaku.
Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis. Fungsionalisme lebih menekankan pada fungsi-fungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan. Fungsionalisme juga memandang bahwa psikologi tak cukup hanya mempersoalkan apa dan mengapa terjadi sesuatu (strukturalisme) tetapi juga mengapa dan untuk apa (fungsi) suatu tingkah laku tersebut terjadi. Fungsionalisme lebih menekankan pada aksi dari gejala psikis dan jiwa seseorang yang diperlukan untuk melangsungkan kehidupan dan berfungsi untuk penyesuaian diri psikis dan sosial.
Fungsionalisme adalah suatu tendensi dalam psikologi yang menyatakan bahwa pikiran, proses mental, peresepsi indrawi, dan emeosi adalah adaptasi organisme biologis. Drevere (1988) menyebutkan fungsionalisme sebagai suatu jenis psikologi yang menggaris bawahi fungsi-fungsi dan bukan hanya fakta-fakta dari fenomena mental, atau berusaha menafsirkan fenomena mental dalam kaitan dengan peranan yang dimainkannya dalam kehidupan organisme itu, dan bukan menggabarkan atau menganalisis fakta-fakta pengalaman atau kelakuan atau suatu psikologi yang mendekati masalah pokok dari sudut pandang yang dinamis, dan bukan dari sudut pandang statis. Aliran psikologi ini pada intinya merupakan doktrin bahwa proses atau keadaan sadar seperti kehendak bebas, berfikir, beremosi, memersepsi, dan menginderai adalah aktivitas-aktivitas atu operasi-operasi dari sebuah organisme dalam kesaling hubungan fisik dengan sebuah lingkungan fisik dan tidak dapat diberi eksistensi yang penting. Yang menjadi minat aliran fungsionalisme adalah tujuan dari suatu aktivitas. Tokoh aliran ini adalah Wiliam James, James R. Angel, dan John Dewey.
- Willliam James (1842-1910)
- James Rowland Angell (1869-1949)
- Fungsionalisme adalah psikologi tentang mental operation sebagai lawan dari psikologi tentang elemen-elemen mental (elementisme)
- Fungsionalisme adalah psikologi tentang kegunaan dasar dari kesadaran, yang jiwa merupakan perantara antara kebutuhan-kebutuhan organisme dan lingkungannya, khususnya dalam keadaan “emergency” (teori “emergancy” dari kesadaran)
- Fungsionalisme adalah psikofisik, yaitu psikologi tentang keseluruhan organisme yang terdiri atas jiwa dan badan. Oleh karena itu, ia menyangkut juga hal-hal yang dibalik kesadaran, seperti kebiasaan, tingkah laku yang setengah disadari, dan sebagainya.
- John Dewey (1859-1952)
- 3. BEHAVIOURISME
Peletak dasar aliran ini adalah Ivan Pavlov (1849-1936) dan William Mc Dougall (1871-1938). Teorinya yang terkenal adalah mengenai insting. Menurutnya insting adalah kecenderungan bertingkah laku dalam situasi tertentu sebagai hasil pembawaan sejak lahir dan tidak dipelajari sebelumnya. Setelah eksperimen yang dilakukan oleh Pavlov, maka muncullah pendapat-pendapat yang kemudian muncul sebagai aliran behaviourisme. Inti dari aliran ini adalah asumsi bahwa jiwa bukan materi sehingga tidak dapat diteliti secara langsung. Penelitian difokuskan pada tingkah laku dengan asumsi bahwa tingkah laku merupakan wujud dari kejiwaan manusia maupun hewan lainnya.
Aliran behaviourisme memiliki 6 pandangan utama mengenai fundamentalnya perilaku. Pandangan-pandangan tersebut adalah sebagai berikut :
- Tingkah laku manusia atau hewan merupakan realitas dari jiwa yang abstrak yang bermakna dan data diukur secara ilmiah dengan pendekatan alamiah.
- Psikologi adalah ilmu yang mengkaji sesuatu yang objektif, empiris, dan realistis. Oleh karena itu segala hal yang keluar dari karakteristik ilmiah, tingkah laku yang metafisik tanpa bentuk dan wujud tidak dapat diteliti, seperti tentang kesadaran yang artinya abstrak. Kesadaran dalam bentuk fisikal saja yang dapat dianalisis dan ditemukan unsure-unsur strukturnya.
- Penelitian terhadap tingkah laku merupakan subject matter yang dikaji psikologi sebagaimana dianjurkan oleh John B. Watson, yang pada awal tahun 1900 berpedapat bahwa tingkah laku merupakan satu-satunya hal yang dapat diteliti dalam psikologi.
- Faktor-faktor eksternal dalam konteks behaviourisme merupakan rangsangan yang dapat diikutsertakan, tetapi bukan merupakan tingkah laku yang sejatinya.
- Jiwa dalam arti yang sesungguhnya adalah insting. Kesadaran substansial yang menjadi rumukan utama adanya tingkah laku yang sebenarnya. Sebab, semua bentuk tingkah laku yang meskipun sudah dirangsang oleh pengaruh eksternal tetap harus dikembalikan pada sifat bawaannya hang semua.
- Melalui penelitian B.F. Skinner, berbagai stimulasi yang memuncuclkan adanya respons dalam bentuk tingkah laku dipelajari oleh psikologi, sedangkan bentuk upaya dan modifikasi untuk mempertahankan tingkah laku bukan merupakan kajian psikologi karena semuanya merupakan pengaruh eksternal terhadap tingkah laku yang sesungguhnya.
- John B. Watson (1878-1958). Watson merupakan ahli matematika dan filsafat dari Univesrsitas Chicago. Ia merupakan direktur laboratorium di John Hopkins University. Teorinya yang terkenal adalah teori tentang Stimulus-Respon. Stimulus adalah semua objek di lingkusan termasuk perubahan jarring-jaring tubuh. Respon adalah apapun yang dilakukan sebagai jawaban terhadap stimulus mulai dari tingkat sederhana hingga tingkat tinggi.
- B.F. Skinner (1904-1990). Pandangan-pandangan Skinner diterbitkan dalam karyanya The Behaviour of Organism dan kemudian di detailkan dalam Science and Human Behaviour . salah satu pandangan pentingnya mengenai aliran behaviourisme adalah asumsinya mengenai perilaku. Perilaku yang muncul diperkuat oleh adanya positibe reinforcers (penguatan positif) dan ketiadaan negative reinforcerrs (penguatan negative) penguatan positif adalah meningkatnya respons karena adanya stimulus yang dibutuhkan dan sangat menyenangkan, sedangkan penguatan negative adalah peningkatan tingkah laku dalam menghindarkan kemudaratan.
- 4. PSIKOANALISIS
Teori dasar dari sigmun adalah ide tentang alam sadar (conscious mind) versus alam bawah sadar (unconscious mind). Alam sadar merupakan apa yang seseorang sadari pada saat-saat tertentu, pengindraan langsung, ingatan, pemikiran, fantasi, perasaan yang anda miliki. Hal yang berkaitan erat dengan alam sadar adalah alam pra-sadar, yaitu apa yang disebut saat ini dengan “kenangan yang sudah tersedia” (available memory), yaitu segala sesuatu yang dengan mudah data dipanggil kea lam sadar, kenang-kenangan yang walaupun tidak anda ingat waktu berpikir, tapi dapat dengan mudah diapanggil lagi. Menurut Freud keduanya adalah bagian terkecil dari fikiran.
Adapun bagian terbesar dari pikiran adalah alam bawah sadar (unsconscious mind).Bagian ini mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa kealam sadar, termasuk segala sesuatu yang memang asalnya dari alam bawah sadar seperti nafsu dan insting. Freud berpendapat bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan dorongan yang ada dalam diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti makanan atau seks, atau motif-motif yang mendorong seniman atau ilmuwan berkarya.
Konsep lain dari freud adalah struktur kepribadian. Struktur kepribadian dibagi menjadi tiga yaitu :Id, Ego, Superego, masing-masing merupakan tahapan-tahapan kepribadian dan masing-masing juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Id merupakan Struktur kepribadian yang paling mendasar, hanya berdasarkan dorongan nafsu atau kenikmatan belaka.Ego adalah pikiran yang beroperasi menurut prinsip kenyataan (reality principle) yang memuaskan dorongan id menurut cara-cara yang dapat diterima masyarakat atau sebagai kepribadian yang mengontrol kesadaran. Superego merupakan Kesdaran tertinggi manusia, terbentuk melalui proses identifikasi dalam nilai-nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral.
Tokoh lain dari psikoanalisis adalah Alfred Adler (1870-1937). Ia merupakan seorang dokter mata lulusan Universitas Wina (1895), kemudian ia menekuni bidang psikiatri dan menjadi psikiater. Teori-teorinya adalah sebagai berikut :
- Teori tentang inferioritas universa. Setiap manusia akan melakukan upaya menyesuaikan diri dengan kelemahan yang dimilikinya melalui berbagai bentuk perilaku konvensional sebagai cara mengatasi kelemahannya.
- Teori tentang striving for superiority, yaitu motivasi bawaan yang menggerakkan manusia untuk bertahan hiduo dan mengembangkan diri.
- 5. HUMANISTIK
A. Prinsip utama
- Memahami manusia sebagai suatu totalitas. Oleh karenanya sangat tidak setuju dengan usaha untuk mereduksi manusia, baik ke dalam formula S-R yang sempit dan kaku (behaviorisme) ataupun ke dalam proses fisiologis yang mekanistis. Manusia harus berkembang lebih jauh daripada sekedar memenuhi kebutuhan fisik, manusia harus mampu mengembangkan hal-hal non fisik, misalnya nilai ataupun sikap.
- Metode yang digunakan adalah life history, berusaha memahami manusia dari sejarah hidupnya sehingga muncul keunikan individual.
- Mengakui pentingnya personal freedom dan responsibility dalam proses pengambilan keputusan yang berlangsung sepanjang hidup. Tujuan hidup manusia adalah berkembang, berusaha memenuhi potensinya dan mencapai aktualitas diri. Dalam hal ini intensi dan eksistensi menjadi penting. Intensi yang menentukan eksistensi manusia.
- Mind bersifat aktif, dinamis. Melalui mind, manusia mengekspresikan keunikan kemampuannya sebagai individu, terwujud dalam aspek kognisi, willing, dan judgement. Kemampuan khas manusia yang sangat dihargai adalah kreativitas. Melalui kreativitasnya, manusia mengekspresikan diri dan potensinya.
- Pandangan humanistic banyak diterapkan dalam bidang psikoterapi dan konseling. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman diri.
B. Tokoh
1. Carl Rogers (1902 – 1988)
- Lahir di Illinois dan sejak kecil menerima penanaman yang ketat mengenai kerja keras dan nilai agama Protestan. Kelak kedua hal ini mewarnai teori-teorinya. Setelah mempelajari teologi, ia masuk Teacher’s College di Columbia Uni, dimana banyak tokoh psikologi mengajar. Di Columbia Uni ia meraih gelar Ph.D.
- Rogers bekerja sebagai psikoterapis dan dari profesinya inilah ia mengembangkan teori humanistiknya. Dalam konteks terapi, ia menemukan dan mengembangkan teknik terapi yang dikenal sebagai Client-centered Therapy. Dibandingkan teknik terapi yang ada masa itu, teknik ini adalah pembaharuan karena mengasumsikan posisi yang sejajar antara terapis dan pasien (dalam konteks ini pasien disebut klien). Hubungan terapis-klien diwarnai kehangatan, saling percaya, dan klien diberikan diperlakukan sebagai orang dewasa yang dapat mengambil keputusan sendiri dan bertanggungjawab atas keputusannya. Tugas terapis adalah membantu klien mengenali masalahnya, dirisnya sendiri sehingga akhrinya dapat menemukan solusi bagi dirinya sendiri.
- Keseluruhan pengalaman eksternal dan internal psikologis individu membentuk organisma. Organisma adalah kenyataan yang dihayati individu, dan disebut sebagai subjective reality, unik dari satu individu ke individu lainnya. Self (diri) berkembang dari organisma. Semakin koheren organisma dan self, semakin sehat pribadi tersebut dan sebaliknya.
- Sebagaimana ahli humanistic umumnya, Rogers mendasarkan teori dinamika kepribadian pada konsep aktualisasi diri. Aktualisasi diri adalah daya yang mendorong pengembangan diri dan potensi individu, sifatnya bawaan dan sudah menjadi ciri seluruh manusia. Aktualisasi diri yang mendorong manusia sampai kepada pengembangan yang optimal dan menghasilkan ciri unik manusia seperti kreativitas, inovasi, dan lain-lain.
2. Abraham Maslow (1908-1970)
Maslow dikenal dengan teori motivasinya. Teori ini mengasumsikan bahwa perkembangan psikologis manusia didorong oleh hirarki kebutuhannya, yaitu physiological needs, safety needs, love & belonging needs, esteen needs, dan selfactualization.
- 6. GESTALT
Guna menjelasakan secara mudah mengenai konsep gestalt ini, Weitheimer menjelaskan bahwa apa yang sedang dilihat oleh seseorang merupakan efek dari keseluruhan peristiwa, yang tidak terkandung dalam total bagian-bagian itu. Seseorang yang sedang melihat untaian lampu yang mengalir, sekalipun hanya melihat satu lampu yang bersinar pada satu waktu, sebab keseluruhan peristiwa mengandung hubungan-hubungan diantara masing-masing lampu yang kita alami juga.
Dalam hal persepsi, salah satu prinsip gesltalt adalah hokum pragnanz. Pragnanz dalam bahasa jerman juga memiliki arti yang sama dalam bahasa inggris pregnant yang berarti hamil. Hokum ini berkata bahwa kita pada dasarnya digiring untuk mengalami segala hal yang sebagus mungkin dalam pengertian gestalt. “bagus” bisa berarti banyak disini, seperti keteraturan, ketertiban, kesederhanaan, simetri, dan seterusnya, yang kemudian merujuk pada prinsip-prinsip gestalt yang spesifik.
Psikologi gestalt memandang keberadaam totalitas batiniah yang mengorganisasi yang memposisikan totalitas sebagai sesuatu yang utama, sedangkan elemen-elemen kejiwaan merupakan sesuatu yang sekunder.. lebih lanjut, gejala-gejala psikis yang khusus menurut gestalt merupakan totalitas dari seluruh keadaan psikis yang menentukan bangkitnya tenaga batiniah dalam psikis manusia.
Tuesday, October 14, 2014
TES BAKAT DAT
DIFERENTIAL APTITUDE TEST
(DAT)
Rangkaian tes ini dirancang oleh
George K. Benneth, Harold G Seashore, dan Alexander G Wesman. Tes ini dibuat
untuk mendapatkan prosedur penilaian yang ilmiah, terintegrasi, dan standar,
bagi para siswa sekolah tingkat menengah pertama dan menengah atas dengan grade
8 hingga 12 baik pria maupun wanita karena IQ dipandang kurang memadai apabila
berdiri sendiri, hal ini membuktikan bahwa kemampuan mental tidak hanya terdiri
dari satu faktor saja, tapi banyak faktor. Meskipun dasar pembuatan tes ini
ialah untuk penilaian dalam pendidikan, tes ini dapat juaga untuk pemilihan pekerjaan.
DAT merupakan seri tes yang terdiri
dari 7 subtes, Hanafi (tanpa tahun) menjelaskan lebih jauh mengenai hal
tersebut sebagai berikut.
1. Verbal
reasoning, tes yang dirancang untuk mengukur kemampuan
menggunakan kata-kata dan terdiri dari latihan-latihan analogi verbal. Kosa
kata memegang peran yang cukup penting.
2. Numerical
Ability,tes ini mengukur kemampuan untuk memahami sitausi bermasalah yang berkaitan
dengan hal-hal yang bersifat angka. Masalah yang dimaksudkan lebih banyak menuntut
kemampuan menghitung daripada kemampuan membaca masalah tertulis dan menghitung
jawabannya.
3. Abstract
Reasoning, tes ini mengukur kemampuan bernalar tanpa menggunakan kata-kata. Bentuk
tesnya menggunakan sejenis masalah spasial. Seperangkat gambar-gambar geometrik
dirubah sedemikian rupa sehingga mengikuti prinsip-prinsip tertentu, yang
dipikirkan oleh testee.
4. Space
relation, tes ini menuntut kemampuan untuk mengotak-atik bentuk dan membayangkan
bagaimana suatu obyek akan tampak dalam bentuk tiga dimensi jika posisinya
dirubah.
5. Mechanical
reasoning, testee diminta memikirkan bagaimana suatu peralatan
yang sederhana bekerja, dan pada titik tertentu memperkirakan gerakannya atau
menunjukkan prinsip-prinsip fisika yang mendasarinya.
6. Clerical
Speed and Acuracy, tes ini berusaha mengukur kecepatan dan keakuratan
dalam melihat dan menandai kesamaan-kesamaan kombinasi huruf dan angka.
7. Language
Usage, tes ini trerdiri atas dua sub tes yaitu ejaan dan kalimat. Sub tes kalimat
mengukur kemampuan penggunaan bahasa, tanda baca dan sebagainya.
Berikut ini akan ditampilakan beberapa hal yang
terkait dengan administrasi DAT:
No.
|
Nama Tes
|
Waktu
|
Skor Maks
|
Formula
|
Jawaban benar per soal
|
1.
|
VR
|
30’
|
50
|
B
|
Hanya 1
|
2.
|
NA
|
30’
|
40
|
B-1/4 S
|
Hanya 1
|
3.
|
AR
|
25’
|
50
|
B-1/4 S
|
Hanya 1
|
4.
|
SR
|
30’
|
100
|
B
|
Lebih dari 1
|
5.
|
MR
|
30’
|
68
|
B-1/2 S
|
Hanya 1
|
6.
|
CSA
Bagian I
Bagian II
|
3’
3’
|
100
|
B
|
Hanya bag
II yang diskor
Hanya 1
|
7.
|
LU: I
|
10’
|
100
|
B – S
|
Hanya 1
|
8.
|
LU : II
|
25’
|
95
|
B - S
|
Lebih dari 1
|
1.
Tes
Berhitung
a.
Nama
Nama Asli : Numerical
Ability Form A
Nama Indonesia : Tes Berhitung
b. Bentuk yang
tersedia
Berupa buku cetakan yang berukuran setengah folio.
Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakannya. Jumlah soal = 40 butir,
lembar jawaban terpisah.
c.
Aspek yang
diukur
Tes ini mengukur kemampuan berpikir dengan angka, penguasaan hubungan numerik,
misalnya penjumlahan yang sederhana sehingga tes ini disebut arithmetic
computior bukan arithmetic reasoning.
d. Sajian
Penyajian dapat dilakukan secara individual maupun klasikal.
e.
Waktu
penyajian
Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes adalah 30 menit dan waktu untuk
instruksi sekitar 5-10 menit.
f.
Tujuan
Tes ini digunakan untuk melakukan prediksi dalam bidang pendidikan yang
meliputi Matematika, Fisika, Kimia, Teknik, Ilmu Sosial, dan Bahasa Inggris.
Tes ini juga mengukur kemampuan untuk memahami situasi-situasi bermasalah yang
berkaitan dengan hal-hal yang bersifat angka (hitungan). Masalah-masalah ini
lebih banyak menuntut kemampuan menghitung daripada kemampuan membaca masalah
tertulis dan kemudian menghitung jawabannya.
Tes ini dapat pula digunakan untuk bidang lain yang kurikulumnya mengutamakan
berpikir secara kuantitatif sedangkan bidang pekerjaannya lainnya meliputi
asisten laboratorium, tata buku, dan statistik.
g. Validitas
dan Reliabilitas
Validitas dilakukan dengan menggunakan prestasi sekolah
sebagai kriterium, antara lain, Matematika, Bahasa Inggris, ilmu sosial,
Sejarah, dan bahasa selain Bahsa Inggris. Jenis kelamin dipisahkan dalam
validasi ini dengan tingkat pendidikan kelas II SMP sampai Kelas III SMA (grade
8-12).
Reliabilitas tes dicari denagn menggunakan metode split-half. Pada Pria
diperoleh koefisien reliabilita yang bergerak sekitar 85-93 dan untuk wanita
sekitar 82- 88.
h. Cara
Pemberian Skor
Pemberian skor dilakukan dengan memperhatikan jawaban yang benar dan jumlah
jawaban yang salah. Jawaban benar diberi nilai satu dan jawaban salah diberi
nilai nol.
i.
Norma
Norma yang ada menggunakan persentil yang terdapat dalam manual DAT. Dalam
norma tersebut dibedakan antara pria dan wanita serta dibuat untk grade 8 – 12.
Norma lain yang telah dibuat adalah berdasarkan sampel yang datang di Biro
Konsultasi Fakultas Psikologi UGM, dengan sampel wanita 215 orang dan Pria 310
orang dengan tingkat pendidikan kelas III SMA.
j.
Catatan
Differential Aptitude Test (DAT) pertama kali
dipublikasikan pada tahun 1947 dan telah direvisi secara berkala.
Berdasarkan hasil penelitian yang dikutip Super dan
Crites (-, 1984) terbukti bahwa verbal reasoning dan tes berhitung
digabungkan mempunyai korelasi denan tes WAIS sebesar 0.74 (anak-anak berusia
16 tahun sebagai subyek) dan sebesar 0.74 dengan subyek anak-anak berusia 17
tahun. Tes berhitung ini telah diselidiki validitasnya dengan menggunakan
kriterium prestasi belajar pada siswa SMA kelas II IPA dan IPS di daerah
perkotaan.
2.
Tes
Penalaran
a.
Nama
Nama
asli : Abstract Reasoning
Nama
Indonesia : Tes Penalaran
(A3)
b. Bentuk yang
tersedia
Berupa buku cetakan. Pada halaman depan tertulis petunjuk mengerjakannya. Soal
berjumlah 50 butir dan lembar jawaban terpisah, (lembar jawaban terlampir).
c. Apek yang diukur
Mengukur kemampuan bernalar tanpa menggunakan kata-kata. Bentuk tesnya
menggunakan sejenis spasial. Seperangkat gambar-gambar geometrik dirubah
sedemikian rupa sehingga mengutip prinsip-prinsip tertentu, yang harus
dipikirkan oleh testee.
Meliputi kemampuan individu untuk dapat memahami
adanya hubungan yang logis dari figur-figur abstrak atauprinsip-prinsip “non-
verbal design”. Abstrac Reasoning bersama-sama dengan “Verbal
Reasoning” dan “Numerical Ability” mengukur “General
Intelligence”
d. Sajian
Penyajian tes inid apat dilakukan secara individual maupun klasikal.
e. Waktu penyajian
Waktu
yang disediakan untuk mengerjakan tes ini adalah 25 menit. Sedangkan waktu
untuk instruksi sekitar 5 – 10 menit.
f. Tujuan
Tes
ini digunakan di lingkungan sekolah, perusahaan, dan kegiatan sosail lainnya.
Tes ini relevan untuk pelajaran atau pekerjaan/ profesi yang memerlukan
persepsi hubungan antara benda-benda.
g. Validitas dan
reliablitas
Berdasarkan aslinya (DAT) tes ini mempunyai tingkat
validitas yang bervariasi berdasarkan spesifikasi kriteria dan populasinya
seperti halnya sub tes dari DAT lainnya.
Reliabilitas tes penalaran yang asli dilakukan dengan
menggunakan metode belah dua dan koreksi Pearman-Brown dengan memperhatikann
variabel-jenis kelamin dan tingkatan sekolah, serta menunjukkan adanya variasi
seperti terdapat pada DAT p.66 dengan koefisien korelasi berkisar antara
0,85-0,92.
h. Pemberian
skor
Jawaban yang sesuai dengan kunci jawaban diberi skor 1
(satu), sedangkan jawaban yang tidak sesuai diberi skor 0 (nol). Sehingga skor
tertinggi = 50.
Persamaannya: skor kasar = R -
atau jumlah yang benar dikurangi kali
jumlah yang salah
a.
Norma
Norma yang digunakan adalah persentil yang
terdapat dalam manual DAT. Dalam norma tersebut, pria dan wanita dibedakan
serta dibuat untuk grade 8 – 12. Norma adaptasi telah dibuat di Biro Konsultasi
Fakultas Psikologi UGM yang disusun dari hasil tes murid-murid Sekolah Lanjutan
Atas Kelas III, dengan stan five dan dibedakan antara pria dan wanita.
Interpretasi kasar dalam bentuk huruf:
Nilai
(Skor)
|
Huruf
|
48 - 50
37 - 42
27 - 36
16 - 26
0 – 15
|
A
B
C
D
E
|
b. Catatan
Tes penalaran ini sesuai dengan kondisi di Indonesia
sebab bersifat “Culture Free”. Namun diperlukan pembakuan yang memadai
untuk kondisi setempat, misalnya membuat norma kelompok.
Penelitian di Indonesia pernah
dilakukan oleh Dalil Adisubroto:
1) DIY (1975)
pada siswa SMP dengan N = 970 (L / P) dengan kriteria restasi belajar (r =
0,388; p < 0,01).
2) Jatim,
Jateng, Jabar (1976), pada siswa SMP dengan N = 1085 (L/P) dengan kriteria luar
prestasi belajar (r = 0,382; p < 0,01).
3.
Tes Pola
a.
Nama
Nama
asli
: Space Relation
Nama Indonesia :
Tes Pola (B3)
b.
Bentuk yang
tersedia
Tes ini berupa buku cetakan, dimana pada halaman
pertama tertulis petunjuk mengerjakannya. Terdiri atas 40 butir soal
dengan lembar jawaban terpisah. Selain itu, juga terdapat edisi tahun 1961
dengan butir soal berjumlah 60 dan diberi nama Tes Ruang Bidang (C5).
c.
Aspek yang
diukur
Tes Pola atau Space Ralations dimaksudnkan
untuk mengungkap atau mengukur kemampuan mengenal barang-barang kongkrit
melalui proses penglihatan khususnya mengenai barang secara tiga dimensi.
Butir-butir soal dibuat agar testi dapat mengkonstruksi barang dengan pola yang
tersedia secara tepat. Jadi subyek/testi harus dapat memanipulasi secacr
mental, mempunyai kreasi terhadap sesuatu struktur barang tertentu dengan
perencanaan yang baik.
d.
Sajian
Penyajian tes ini dapat dilakukan
secara individual maupun klasikal.
e.
Waktu
penyajian
Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes pola edisi
tahun 1952 ini adalah 30 menit. Sedangkan waktu untuk insruksi 5-10 menit.
f.
Tujuan
Tes ini digunakan khusus untuk mengetahui seberapa
jauh kemampuan seseorang mengenal ruang tiga dimensi, baik untuk bidang studi
maupun untuk pekerjaan. Kemampuan ini sangat diperlukan dalam bidang-bidamg
perencanaan, desain pakaian, arsitektur, seni, dekorasi, atau bidang-bidang
lain yang membutuhkan pengamatan tiga dimensi. Prediksi paling baik adalah
untuk “engineering”, “mechanical desidn”, dan “planet geometri”.
g.
Validitas dan
reliabilitas
Berdasarkan manual DAT, validitas tes dicari dengan
menggunakan kriterium bahasa Inggris, Matematika, “Science”, Ilmu sosial
atau Sejarah, serta bahasa selain Inggris (Jerman, Perancis). Dalam validitas
ini dibedakan jenis kelamin dan grade yaitu 8-12. Reliabilitas dicari dengan
teknik belah dua. Untuk pria diperoleh koefisien antara 0,92-0,94. Sedangkan
untuk wanita antara 0,86-0,92,
h.
Cara
pemmberian skor
Pemberian skor pada Tes Pola dilakukan dengan cara
memeriksa jawaban salah dan benar menurut kunci jawaban yang tersedia. Skor
akhir adalah jumlah jawaban yang benar dikurangi jumlah jawaban yang salah.
Skor maksimal 100.
Persamaannya = R-W.
i.
Norma
Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa belum ada
penelitian untuk para remaja Indonesia, sehingga norma yang ada adalah
norma asli DAT edisi 1952. Belum ada norma hasil adaptasi atau hasil penyusunan
khusus untuk hal itu.
j.
Catatan
Tes ini sangat penting untuk mengungkap kemampuan
khusus seseorang, maka perlu penelitian-penelitian agar lebih mantap
penggunaannya. Karena pembakuan di Indonesia belum ada maka perlu membuat norma
kelompok jika melakukan tes secara kelompok.
Petunjuk cara mengerjakan perlu diberikan lebih
dahulu. Perlu diberitahukan bahwa tiap soal ada kemungkinan lebih dari satu
jawaban.
4.
Tes
Pengertian Mekanik
a.
Nama
Nama asli
: Mechanical
Reasoning
Nama Indonesia : Tes Pengertian
Mekanik (C4)
b. Bentuk yang
tersedia
Berupa buku cetakan. Pada halaman depan terdapat
petunjuk mengerjakannya. Soal berjumlah 68 butir dengan lembar jawaban
terpisah.
c.
Aspek yang
diukur
Aspek yang diukur ialah daya penalaran di bidang kerja
mekanis dan prinsip fisika, yang merupakan salah satu faktor intelegensi dalam
arti luas.
d. Sajian
Penyajian tes ini dapat dilakukan
secara perseorangan maupun kelompok.
e.
Waktu
Penyajian
Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini ialah
30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5-10 menit.
f.
Tujuan
Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan khusus
dalam bidang kemampuan mekanik. Dengan mengetahui kemampuan ini maka dapat
ditentukan jurusan studi maupun untuk memilih pekerjaan.
Bidang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan ini antara
lain ialah: tukang kayu, ahli mesin, pemelihara mesin, perakit (assembler).
g. Validitas
dan reliabilitas
Menurut manual DAT, validasi tes ini dilakukan dengan
menggunakan kriterium prestasi belajar dalam pelajaran Matematika, Bahasa
Inggris, “Science”, Ilmu Sosial dan Sejarah, serta bahasa selain bahasa
Inggris. Dalam validasi ini jenis kelamin diperhatikan, dengan grade yaitu dari
8-12. Reliabilita dicari dengan metode split-half. Pada pria diperoleh
koefisien reliabilita 0,81 sampai 0,86. Sedangkan untuk wanita bergerak antara
0,69 sampai 0,73.
h. Cara
pemberian skor
Pemberian skor disesuaikan dengan kunci jawaban.
Bila sesuai dengan kunci jawaban diberi skor 1 (satu) dan bila tidak sesuai
diberi skor 0 (nol). Sehingga skor tertinggi = 68.
Persamaannya : skor kasar = R -
Atau jumlah benar yang dikurangi kali jumlah
yang salah.
i.
Norma
Norma yang ada menggunakan persentil dan terdapat
dalam manual DAT. Dalam norma ini dibedakan antara pria dan wanita serta dibuat
untuk grade 8 – 12. Norma pada Tes Pengertian Mekanik ini memiliki perbedaan
yang mencolok antara skor pria dan wanita.
Norma adaptasi telah dibuat pada Biro Konsultasi
Psikologi UGM, yang disusun dari hasil tes murid-murid Sekolah Lanjutan Atas
kelas III dengan menggunakan stan-five dan dibedakan antara pria dan
wanita.
j.
Catatan
Tes pengertian mekanik ini merupakan bentuk baru dari
“mechanical comprehensive” yang dibuat oleh Bennett. Tes ini memang
banyak gunanya dan banyak menolong konsultan untuk menentukan jurusan studi dan
pemilihan pekerjaan, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut. Penggunaannya
akan lebih dipercaya dengan dibuatnya norma kelompok pada setiap melakukan
testing.
5.
Tes Cepat
dan Teliti
a.
Nama
Nama
asli
: Clerical Speed and Accuracy
Nama
Indonesia : Tes Cepat dan
Teliti (D4)
b. Bentuk yang
tersedia
Berupa buku cetakan dalam ukuran kuarto yang terdiri
dari satu halaman petunjuk pada halaman pertama. Dua halaman merupakan soal
bagian I dan 2 halaman untuk soal bagian II. Masing-masing bagian terdiri dari
100 butir soal. Lembar jawaban terpisah dari buku
soal.
c.
Aspek yang
diukur
Tes ini mengukur respon subyek terhadap tugas-tugas
atau pekerjaan yang menyangkut kecepatan persepsi (dari stimulus yang bersifat
sederhana), kecepatan respon terhadap kombinasi huruf dan angka, ingatan yang
sifatnya tidak lama (momentary retention).
d. Sajian
Penyajian tes ini dapat dilakukan
secara individual maupun klasikal.
e.
Waktu
penyajian
Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini ialah
3 menit untuk bagian I dan 3 menit untuk bagian II. Sedangkan waktu untuk
instruksi sekitar 5-10 menit. Karena tes ini merupakan tes kecepatan maka
sebelum testi mengerjakan tes, tester harus yakin bahwa testi telah tahu yang
harus dikerjakan.
f.
Tujuan
Tes ini dapat dipergunakan untuk konseling sekolah
(siswa yang mendapatkan skor rendah dalam tes ini kemungkinan mengalami
kesulitan dalam kecepatan dan presisi misalnya) atau untuk seleksi para pelamar
perjaan teretentu.
Tes ini dapat meramalkan produktivitas sesorang dalam
mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin yang melibatkan masalah persepsi dan
pemberian tanda-tanda sehingga tes ini sangat dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan
“clerical”. Misalnya: “Filling”, Coding”, “Stock Room Work”.
g. Validitas
dan reliabilitas
Berdasarkan manual DAT validasi tes ini dilakukan dengan menggunakan prestasi
belajar sebagai kriterium yaitu bahasa Inggris, matematika, “science”,
ilmu sosial, dan sejarah serta bahasa lain selain Inggris. Dalam validasi ini
dipisahkan jenis kelamin dan tingkat pendidikan grade 8 – 12. Reliabilitas tes
ini dicari dengan menggunakan metode belah dua. Untuk pria diperoleh antara
0,77 – 0,93 dan untuk wanita antara 0,84 – 0,91.
h. Cara
pemberian skor
Skor
hanya diberikan pada bagian II saja, bagian I tidak diberi niali karena
dianggap sebagai latihan. Skor total ialah jumlah soal yang dikerjakan dengan
benar.
i.
Norma
Norma dibuat berdasarkan nilai persentil. Pada Biro
Konsultasi Psikologi Fakultas Psikologi UGM ada dua macam norma yaitu: norma
asli dan norma hasil adaptasi. Norma hasil adaptasi ini khusus untuk siswa
kelas tiga SMA baik laki-laki maupun perempuan dan dibuat berdasar 5 kategori
dari baik sekali sampai dengan kurang sekali.
j.
Catatan
Kesimpulan dari penelitian yang pernah dilakukan menyebutkan bahwa mereka yang
telah berhasil dalam beberapa pekerjaan ternyata tidak memerlukan skor yang
tinggi untuk tes ini jika beberapa sub tes lain dari DAT mendapatkan skot
tinggi. Misalnya untuk salesman memiliki skor tes yang terendah, sedangkan
untuk “business administration” skor tes ini diminta tinggi. Penelitian
di Fakultas Psikologi UGM tentang tes ini tampaknya belum begitu banyak. Satu
penelitian yang pernah dilakukan oleh Buntaran (-, 1984) mencari hubungan
antara tes cepat teliti (dan juga beberapa tes lain) dengan prestasi kerja
karyawan bagian rajut dan finishing di salah satu perusahaan “wig”
di Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang
signifikan antara skor tes cepat teliti dengan prestasi kerja karyawan di dua
jenis pekerjaan tersebut.
6. Referensi
Hanafi, Abdullah. Tanpa tahun. Pengantar
teori intelegensi. Surabaya: Karya Anda.
Catatan
Kuliah Psikodiagnostik IV, Tanggal 18 Desember 2005.
Bahan Kuliah Psikodiagnostik IV, Tanggal
18 Desember 2005.
Asmadi, dkk. 1984. Informasi Tes. Makassar:
Psikologi UNM.
Subscribe to:
Posts (Atom)







